Peran Gugus Tugas Reforma Agraria Terhadap Konflik Tanah Bekas Lapangan Terbang di Nagari Gadut Kabupaten Agam

Authors

  • Ridho Darman Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN Kantor Pertanahan Kabupaten Agam

DOI:

https://doi.org/10.31292/jta.v9i1.524

Keywords:

Reforma Agraria, Konflik Pertanahan, Redistribusi Tanah

Abstract

This study aims to analyze the role of the Agrarian Reform Task Force (GTRA) in resolving land conflicts over the former airfield area in Nagari Gadut, Tilatang Kamang Subdistrict. The conflict stems from overlapping claims of control between the government and local communities over military land that has long been utilized by residents for agricultural, residential, and social purposes. This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through document analysis of the 2022 official report of the GTRA of Agam Regency, mapping results of Agrarian Reform Object Land (TORA), and various policy documents related to agrarian reform. The findings reveal that the GTRA of Agam Regency plays a crucial role as a cross-sectoral coordination facilitator, a mediator in non-litigation conflict resolution, and a formulator of land redistribution policy recommendations. The mapping results indicate that most of the land has been productively used by the community. However, the implementation of agrarian reform still faces several obstacles, including overlapping state asset data and limited authority of local GTRA institutions, as well as insufficient support in terms of resources and information systems. Conceptually, resolving the conflict in Nagari Gadut requires synergy between asset and access restructuring involving the central GTRA, local government, and community stakeholders.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dalam penyelesaian konflik pertanahan area bekas lapangan terbang di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang. Konflik tersebut berasal dari tumpang tindih klaim penguasaan antara pemerintah dan masyarakat atas tanah aset militer yang telah lama dimanfaatkan warga untuk kepentingan pertanian, permukiman, dan fasilitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap laporan resmi GTRA Kabupaten Agam Tahun 2022, peta hasil pendataan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), serta berbagai dokumen kebijakan reforma agraria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GTRA Kabupaten Agam berperan penting sebagai fasilitator koordinasi lintas sektor, mediator penyelesaian konflik non-litigasi, dan penyusun rekomendasi kebijakan redistribusi tanah. Pendataan menunjukkan sebagian besar lahan telah dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat. Meskipun demikian, pelaksanaan reforma agraria menghadapi kendala berupa tumpang tindih data aset negara, keterbatasan kewenangan GTRA daerah, serta keterbatasan dukungan sumber daya dan sistem informasi. Secara konseptual, penyelesaian konflik di Nagari Gadut membutuhkan sinergi antara penataan aset dan akses yang melibatkan GTRA pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agisty, E., Galgani, F. G., Kasman, M. G., & Utomo, M. (2025). Pembaharuan Hukum Agraria dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Hukum Adat. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(2), 52–60. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v4i2.428

Arbi, I., Yuhelson, Y., & Hutomo, P. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Adat Atas Penjualan Tanah Ulayat Tanpa Persetujuan Kaum di Kabupaten Solok. CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(8), 1685–1595. https://doi.org/10.62335/cendekia.v2i8.1763

Aromatica, D. (2021). Pemerintahan Nagari Dalam Perspektif Administrasi Publik: Sebuah Kajian Tentang Kelembagaan. Banyumas: Amerta Media. http://repo.unand.ac.id/45489/1/buku monograf nagari dalam perspektif kelembagaan dan adm publik.pdf

Cahyaningrum, D. (2022). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Edisi 2010. Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 12(1), 21–39.

Citrawan, F. A. (2020). Konsep Kepemilikan Tanah Ulayat Masyarakat Adat Minangkabau. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(3), 586–602. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no3.2583

Darmawan, D. A., Mahasari, J., Soetarto, E., Asnawi, Y. H., & Sukmawati, A. (2023). Refleksi Scenario Planning “Menang” dalam Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Jawa Barat. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(4), 2869. https://doi.org/10.35931/aq.v17i4.2317

DPR RI. (1998). Risalah Rapat Paripurna Masa Persidangan III Tahun Sidang 1997-1998. Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. https://berkas.dpr.go.id/arsip/file/ParipurnaRisalah/ris_82-20220202-100050-9788.pdf

Fachri, A., Nurdin, Z., & Syofiarti. (2025). Kedudukan Tanah Ulayat Kaum Menjadi Hak Milik Individu Anggota Kaum Akibat Pembagian Hak Bersama Di Nagari Kasang. Unes Journal of Swara Justisia, 9(1), 75–85. https://doi.org/10.31933/fbh1ae35

Haq, A. S., Samudra, A. A., Satispi, E., & Andriansyah. (2025). Implementasi Kebijakan Penyelesaian Konflik Agraria Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 11(2), 175–191. https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v11i2.40844

Hendra, & Fahlevi, A. H. (2024). Implementation of Good Corporate Governance (GCG) Principles in PDAM Tirta Ogan, Ogan Ilir District. IAPA International Conference, 187–195. https://doi.org/10.30589/proceedings.2024.1052

Islami, N. T., Melwani, K., & Zainuddin, Z. (2024). Kepemilikan Individu dalam Kepemilikan Kolektif: Studi tentang Penguasaan Tanah Ulayat di Nagari Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA), 4(2), 495–504. https://doi.org/10.36908/jimpa.v4i2.421

Labibah, I. F., Hasanah, I. Z., & Yalhan, M. A. (2024). Peran Masyarakat Adat dalam Pemanfaatan dan Perlindungan Hukum Tanah Ulayat Sumatera Barat. Journal Customary Law, 1(2), 15. https://doi.org/10.47134/jcl.v1i2.2422

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: an expanded sourcebook - 2nd edition. California: SAGE Publications, Inc. https://vivauniversity.wordpress.com/wp-content/uploads/2013/11/milesandhuberman1994.pdf

Moniaga, R. R. G. W., Sondakh, J., & Korah, R. S. M. (2024). Perlindungan Hukum Hak-Hak Masyarakat Atas Tanah Adat di Tengah Modernisasi. Lex Administratum: Jurnal Fakultas Hukum UNSRAT, 12(4). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/55712

Nathan, I. A. (2025). Strategi Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan: Sinergi Kebijakan dan Administrasi Publik di Merauke. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 1573–1591. https://doi.org/10.63822/9y5pyw47

Nopriyasman, Asnan, G., Syafrizal, Nur, M., Armansyah, Smit, R. A., & Mansyur, H. (2021). Galeri Foto Sejarah: Sumatra Barat Dari Masa Pendudukan Jepang Hingga PRRI. Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45. http://repo.unand.ac.id/45368/1/b. Kinerja- Laporan Penyusunan FOTO PKM DHD 45-2021-.pdf

Novitri, E., & Evanita, S. (2024). Nagari Gadut Government Policy Communication Strategy, Bumnag Gastra and Private and Community Participation in Green Waste. Jurnal Riset Ilmiah Multidisipliner, 8(5), 158–170. https://sejurnal.com/pub/index.php/jrim/article/view/1868

Prasna, A. D. (2023). Tanah Ulayat di Minangkabau Ditinjau Dari Hukum Adat dan Hukum Islam. SUPREMASI: Junal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya, 18(1), 57–68. https://doi.org/10.26858/supremasi.v18i1.42256

Putra, Z. T., Nugroho, A., & Nashih Luthfi, A. (2021). Peran GTRA dalam Pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Lampung Tengah. Widya Bhumi, 1(1), 65–85. https://doi.org/10.31292/wb.v1i1.10

Resti, F. A., & Wulansari, H. (2022). Peran Gugus Tugas Reforma Agraria Mewujudkan Kampung Reforma Agraria. Tunas Agraria, 5(2), 94–110. https://doi.org/10.31292/jta.v5i2.178

Rismahayani, R., Iryanti, I., Rizhan, A., Sapridawati, Y., Aggraini, T., & F, I. N. (2025). Tinjauan Yuridis Peran GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) Dalam Pelaksanaan Reforma Agraria Di Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(1), 2179–2192. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i1.42467

Safitri D, I. (2022). Perkembangan Kota Bukittinggi Dalam Perspektif Ruang dan Budaya Dari Tahun 1600-an Hingga Tahun 2016. Disertasi, Institut Teknologi Bandung. https://digilib.itb.ac.id/gdl/view_data/perkembangan-kota-bukittinggi-dalam-perspektif-ruang-dan-budaya-dari-tahun-1600-an-hingga-tahun-2016/

Siagian, A. W., Fajar, H. F., & Alify, R. F. (2023). Quo Vadis Eksistensi Kedudukan Pemerintahan Nagari: Analisis Penyelenggaraan Pemerintahan Terendah Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 12(1), 145–163. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/1093/320

Yulia, R., & Ersi, L. (2021). Nagari Adat di Minangkabau Dalam Tinjuan Sejarah. Bakaba: Jurnal Sejarah Kebudayaan dan Kependidikan, 9(1), 32–43. https://doi.org/10.22202/bakaba.2021.v9i1.5866

Zakir, F. (2022). Mengenal Sistem Pemerintahan Nagari di Propinsi Sumatera Barat. Ensiklopedia of Journal, 4(3), 53–57. https://doi.org/10.33559/eoj.v4i3.183

Downloads

Published

2026-01-07

How to Cite

Darman, R. (2026). Peran Gugus Tugas Reforma Agraria Terhadap Konflik Tanah Bekas Lapangan Terbang di Nagari Gadut Kabupaten Agam. Tunas Agraria, 9(1), 49–66. https://doi.org/10.31292/jta.v9i1.524