Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2024 dalam Penyelesaian Pengadaan Tanah Kas Desa untuk Pembangunan Bendungan Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro
DOI:
https://doi.org/10.31292/jta.v9i2.595Keywords:
Bendungan Karangnongko, Implementasi Kebijakan, Pengadaan Tanah, Bendungan Karangnongko, ImplemePermendagri Nomor 3 Tahun 2024, Tanah Kas DesaAbstract
Abstract: Karangnongko Dam construction in Bojonegoro Regency involves Village Treasury Land (TKD) in Kalangan and Ngelo Villages. TKD acquisition is governed simultaneously by land-acquisition law and village-asset management law, so payment of compensation does not automatically restore village assets. This article analyzes TKD compensation, identifies social, administrative, juridical, and institutional constraints, and examines the implementation of Minister of Home Affairs Regulation Number 3 of 2024. Using a qualitative case-study method, data were collected through interviews with 28 informants, field observation, and document analysis. Interview data were coded through open coding, thematic categorization, and theory-based coding using implementation gap, Edward III, and legal pluralism as the main analytical framework. The findings show that formal land-acquisition stages have been implemented, including location determination, inventory, appraisal, deliberation, and payment. However, substantive completion has not been achieved because replacement land has not yet been fully acquired, certified, recorded, and restored as village assets. The main bottleneck has shifted from pre-payment legality to post-payment governance, including blocked accounts, operational costs, appraisal of replacement land, tiered approvals, treatment of bank interest, and weak inter-agency coordination. The article contributes to the literature by shifting the success indicator of TKD acquisition from compensation payment toward village-asset recovery.
Keywords: Karangnongko Dam, Land Acquisition, Minister of Home Affairs Regulation Number 3 of 2024, Policy Implementation, Village Treasury Land
Abstrak: Pengadaan Tanah Kas Desa (TKD) untuk pembangunan Bendungan Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro berada pada irisan rezim pengadaan tanah dan rezim pengelolaan aset desa. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan ganti rugi TKD, mengidentifikasi kendala sosial, administratif, yuridis, dan kelembagaan, serta mengkaji implementasi Permendagri Nomor 3 Tahun 2024 di Desa Kalangan dan Desa Ngelo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara terhadap 28 informan, observasi lapangan, dan studi dokumen. Data wawancara dianalisis melalui coding terbuka, kategorisasi tematik, dan coding berbasis kerangka implementation gap, Edward III, dan legal pluralism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan formal pengadaan tanah telah dilaksanakan, meliputi penetapan lokasi, inventarisasi, penilaian, musyawarah, dan pembayaran ganti kerugian. Namun, penyelesaian substantif belum tercapai karena tanah pengganti belum sepenuhnya diperoleh, disertipikatkan, dicatat, dan dipulihkan sebagai aset desa. Hambatan utama bergeser dari legalitas prapembayaran menuju tata kelola pascapembayaran, seperti rekening khusus yang diblokir, kebutuhan biaya operasional, appraisal tanah pengganti, perizinan berjenjang, perlakuan bunga rekening, dan koordinasi antarinstansi yang belum terlembaga. Kontribusi artikel ini adalah menggeser ukuran keberhasilan pengadaan TKD dari indikator pembayaran ganti kerugian menuju indikator pemulihan aset desa.
Kata Kunci: Bendungan Karangnongko, Implementasi Kebijakan, Pengadaan Tanah, Permendagri Nomor 3 Tahun 2024, Tanah Kas Desa
Downloads
References
Adriansa, M. Z., Adhim, N., & Silviana, A. (2020). Pengadaan Tanah bagi Pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas Kabupaten Purworejo (Tahap I) (Studi Kasus Hambatan Dalam Pengadaan Tanah di Desa Wadas). Diponegoro Law Journal. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/26278
Aziz, M. A. (2025). Efektivitas Fungsi Pengaturan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2024 pada Penyelesaian Permasalahan Ganti Rugi Obyek Tanah Kas Desa dalam Pengadaan Tanah (Studi pada Proyek Strategis Nasional Pembangunan Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar) [Skripsi]. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional.
Chrisnawati, R. A., Kistiyah, S., & Prasetyo, P. K. (2018). Problematika Pelaksanaan Pengadaan Tanah Pemberian Ganti Kerugian Tanah Kas Desa untuk Jalan Tol Solo-Mantingan II. Jurnal Tunas Agraria, 1(1). https://doi.org/10.31292/jta.v1i1.4
Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation’s Place in Rural Development: Seeking Clarity through Specificity. World development, 8(3), 213–235. https://doi.org/10.1016/0305-750X(80)90011-X
Dahrendorf, R. (1959). Class and Class Conflict in Industrial Society. Stanford University Press. https://dn790008.ca.archive.org/0/items/classclassconfli00dahr/classclassconfli00dahr.pdf
DeJonckheere, M., & Vaughn, L. M. (2019). Semistructured Interviewing in Primary Care Research: A Balance of Relationship and Rigour. Family medicine and Community Health, 7(2), 1–8. https://doi.org/10.1136/fmch-2018-000057
Edwards III, G. C. (1980). Implementing Public Policy (R. L. Peabody, Ed.). Congressional Quarterly Press.
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Friedman, L. M. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. Russel Sage Foundation.
Griffiths, J. (1986). What is Legal Pluralism? The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 18(24), 1–55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387
Hariri, A., & Babussalam, B. (2024). Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia. Walisongo Law Review (Walrev), 6(2), 146–170. https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.2.25566
Hudson, B., Hunter, D., & Peckham, S. (2019). Policy failure and the policy-implementation gap: can policy support programs help? Policy Design and Practice, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.1080/25741292.2018.1540378
Imbiri, A., Supama, Y., & Mujiburohman, D. A. (2025). Legal Problems in The Mechanism for Village Land Replacement in Land Acquisition. Wijaya Putra Law Review, 4(2), 271–289. https://doi.org/10.38156/wplr.v4i2.319
Kurniasih, R., Sukayadi, & Prasetyo, P. K. (2019). Permasalahan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bendung Slinga, Purbalingga. Tunas Agraria, 2(2), 22–40. https://doi.org/10.31292/jta.v2i2.27
Lipsky, M. (2010). Street-Level Bureaucracy, 30th Ann. Ed.: Dilemmas of the Individual in Public Service. Russell Sage Foundation. http://www.jstor.org/stable/10.7758/9781610446631
Noor, M., Suaedi, F., & Mardiyanta, A. (2022). Collaborative Governance Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktik. Bildung.
Pitasari, Guntur, I. G. N., & Kistiyah, S. (2020). Problematika Penyelesaian Pelepasan Tanah Wakaf, Tanah Desa, dan Tanah Instansi Pemerintah untuk Bandara Baru di Yogyakarta. Tunas Agraria, 3(1), 30–49. https://doi.org/10.31292/jta.v3i1.66
Poth, C. N., & Creswell, J. W. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. SAGE Publications, Inc.
Pratiwi, D. A. (2021). Permasalahan dan Solusi Pemberian Ganti Rugi Tanah Kas Desa pada Pengadaan Tanah Jalan Tol Solo-Mantingan I di Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah [Skripsi]. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional.
Pressman, J. L., & Wildavsky, A. (1984). Implementation: How Great Expectations in Washington Are Dashed in Oakland; Or, Why It’s Amazing that Federal Programs Work at All, This Being a Saga of the Economic Development Administration as Told by Two Sympathetic Observers Who Seek to Build Morals on a Foundation (3 ed.). University of California Press.
Rachmawati, R., & Arwati, D. (2018). Kompetensi Pengelola Aset dan Struktur Organisasi terhadap Efektifitas Pengelolaan Aset Desa. JBMI (Jurnal Bisnis, Manajemen dan Informatika), 15(1), 59–87. https://doi.org/10.26487/jbmi.v15i1.3740
Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif: sebuah sintesa hukum Indonesia. Genta Publishing.
Rahayu, A. D., & Amrin, R. N. (2022). Peran Stakeholder dalam Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Wonosobo. Tunas Agraria, 5(3), 165–181. https://doi.org/10.31292/jta.v5i3.182
Sugiyono, S. (2024). Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif dan Konstruktif (Cetakan Ketujuh). ALFABETA.
Tummers, L. G., & Bekkers, V. J. J. M. (2014). Policy implementation, street-level bureaucracy and the importance of discretion. Public Management Review, 4(16), 527–547.
Vera Nurfajriani, W., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272
Wahyudi, W. (2023). Kedudukan Hukum Tukar Menukar Tanah Aset Desa Bagi Kepentingan Strategis Nasional. Mendapo: Journal of Administrative Law, 4(1), 46–62. https://doi.org/10.22437/mendapo.v4i1.23237
Wibowo, B. (2022). Penerapan Whole of Government (WOG) dalam Penyiapan Penlok Pengadaan Tanah Kepentingan Umum di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Good Governance, 18(1), 21–35. https://doi.org/10.32834/gg.v18i1.456
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (Sixth edition). SAGE Publications, Inc.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 randidwi wantoro, Eko Suharto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











